Minggu, 28 November 2010

Dampak Positif Dan Negatif Dari Bencana Alam Yang Terjadi Di Indonesia

DAMPAK NEGATIF DAN POSITIF DARI BENCANA YANG MELANDA INDONESIA (BANJIR WASIOR, TSUNAMI MENTAWAI, DAN GUNUNG MERAPI YOGYAKARTA)



Seperti yang sudah kita ketahui Negara Indonesia pada tahun 2010 ini sedang benar-benar diuji. Khususnya masayarakat yang ada di Papua, Padang, dan Yogyakarta yang mana masayarakat disana sedang dirundung musibah dengan datangnya bencana alam yang sangat tidak diduga. Yang menyebakan banyak korban dari masayarakat tersebut.

Dan pada kesempatan kali ini saiia akan sedikit merangkum musibah-musibah tersebut dalam blog saiia ini, agar dapat menjadi pembelajaran agar kita lebih menghormati alam sekitar karena sudah banyak manusia di dunia ini yang menyempelekan alam sehingga musibah-musibah yang terjadi karena teresbut kian banyak terjadi.

Dan ini juga guna memenuhi tugas kuliah kampuz saiia, agar saiia dapat lulus pada mata kuliah ini…=D

Semoga apa yang saiia tulis dapat berguna untuk para pembaca di dunia maya ini…..^^



Banjir Bandang Wasior, Papua Barat.

Awal musibah dari bencana alam pertama terjadinya Banjir bandang di Papua Barat terjadi pada Senin 4 Oktober 2010 kira-kira pukul 06.00 WIT. Lokasi kejadian terletak di Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat di mana lokasi yang terkena dampak yaitu Wasior I, Wasior II, Rado, Moru, Maniwak, Manggurai, Wondamawi, dan Wondiboy.


Rumah Penduduk Yang Tertimbun Lumpur


Banjir bandang terjadi, karena kerusakan hutan di Wasior, sehingga hujan tiada henti yang terjadi sejak Sabtu, 2 Oktober 2010 hingga Minggu, 3 Oktober 2010 menyebabkan Sungai Batang Salai yang berhulu di Pegunungan Wondiwoy meluap. Banjir bandang juga menyebabkan 110 orang tewas dan 450 orang masih dinyatakan hilang. Sementara sebagian korban luka-luka dibawa ke Manokwari dan Nabire. Sementara sebagian korban luka lainnya dan warga yang selamat ditampung di tempat-tempat pengungsian. Akibat banjir yang terjadi yang merusak rumah warga dan infrastruktur banyak warga yang selamat memutuskan mengungsi ke Manokwari dengan menggunakan kapal laut.

Akan tetapi, Banjir bandang berpotensi kembali menghantam Distrik Wasior, Papua Barat. Warga diminta terus waspada karena struktur geologis di wilayah ini memiliki kemiringan topografi yang curam sampai terjal, antara 36-70 derajat. Banjir Wasior di Papua Barat laksana gelombang tsunami menerjang habis rumah penduduk yang dilaluinya dan memakan ratusan korban jiwa.

Kemiringan itu terutama di wilayah hulu hingga kaki pegunungan dengan batuan geologi di permukaan tipis dan lapuk. Peringatan ini dilansir Kepala Badan Geologi, Kementerian ESDM R Sukhyar yang dikutip VIVAnews dari situs kementerian, Sabtu 23 Oktober 2010.

Sukhyar juga meminta masyarakat mewaspadai jika terjadi pengurangan debit aliran sungai, karena hal tersebut merupakan salah satu ciri terjadinya pembendungan alur sungai di daerah atas pegunungan.

Data yang dihimpun Tim Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang Wasior Badan Geologi menyebutkan, kondisi geologi wilayah terkena bencana, morfologi Pegunungan Wandiboy umumnya mempunyai kemiringan lereng yang curam dan terjal serta dataran pantai yang sempit yang memanjang dari utara ke selatan. Selain itu, jenis batuan sepanjang Pegunungan Wondiboy berumur tua dan homogen, serta lapisan lapuknya tipis. Batuan berupa batuan metamorf berupa genes (gneis) kuarsa yang sifatnya mudah hancur dan batuannya mudah pecah.


Suasana Kota Wasior, Papua Barat Pasca Banjir Bandang

Diketahui pula pemicu utama banjir Bandang Wasior Papua Barat adalah curah hujan yang tinggi dan lama. Curah hujan sepuluh jam terakhir sebelum kejadian mencapai 179 mm. Kondisi curah hujan ini jauh diatas normal (ekstrim) dari rata-rata 200 mm per bulan.

Curah hujan ekstrim memicu longsoran-Iongsoran di daerah lereng terjal dan menyeret pepohonan, kemudian bahan rombakan ini mengalir ke alur lembah sungai yang berkelok-kelok mengalami hambatan dan terjadi pembendungan. Bahan rombakan yang terdiri dari air, batuan lepas, dan natang pohon dapat membendung alur sungai di beberapa bagian. Kemudian curah hujan yang tinggi menyebabkan bendung yang terbentuk tidak kuat menahan beban akhirnya jebol.


Dalam perjalanannya material yang mengalir semakin ke bawah menggerus dan menyeret batuan yang dilaluinya dan pepohanan yang tumbuh disepanjang pinggiran aliran sungai. Pada akhirnya volume aliran bahan rombakan bertambah banyak, sehingga menyebabkan banjir bandang. Aliran bahan rombakan pada daerah curam, bergerak sangat cepat dan mempunyai daya erosi yang besar, sedangkan pada daerah yang datar alirannya melambat dan menyebar luas.

Energi atau momentum aliran bahan rombakan di daerah dataran sangat besar walaupun kecepatannya melambat tetapi oleh karena melibatkan massa material yang sangat besar. Akibatnya apapun yang ada di depannya akan terseret ke arah hilir atau pantai.

Wilayah terdampak umumnya berada di dataran yang dekat dengan daerah aliran sungai Terdapat 8 (delapan) daerah aliran sungai yang mengalami banjir bandang, yaitu dari utara sampai ke selatan: Sungai Maemari, Rakwa, Moru, Anggris, Manggurai, Iriati, Wondamawi I, dan Sungai Isei.


Terjadinya banjir bandang pada 8 sungai tersebut di atas secara bersamaan berkaitan dengan karakter faktor geologi, kecuraman lereng, dan pemicu curah hujan bersifat sama (homogen). Total luas daerah terdampak sekitar 12,5 km2 dan volume material yang terendapkan di dataran rendah pantai sekitar 12,5 juta m3.



Gempa Tsunami Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat.

Musibah bencana alam teruz berlanjut, dan kini menimpa propinsi Sumatra Barat daerah Kepulauan Mentawai. Seperti yg sama-sama kita ketahui pada tahun sebelumnya, tepatnya tanggal 30 September 2009 propinsi Sumatra Barat tersebut telah mengalami musibah Gempa dengan kedalaman 80 Km kekuatannya 7.6Mw. Dan kini propinsi Sumatra Barat kembali lagi ditimpa musibah, yaitu gempa bumi yang dilanjut dengan datangnya tsunami.


Foto-foto Keadaan Propinsi Sumatra Barat Pasca Gempa


Musibah Tsunami Mentawai yang terjadi menyusul gempa berkekuatan 7,2 SR melanda Pulau Pagai Selatan di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, pukul 21:42:25 WIB terjadi di lepas pantai Sumatra, Indonesia. United States Geological Survey(USGS) melaporkan episentrum gempa bumi terjadi pada kedalaman 20.5 mil (33,0 km), tapi kemudian melaporkan bahwa kedalaman episentrum gempa pada kedalaman 8.8 mil (14,2 km). Dan kemudian 12.8 mil (20,6 km) USGS juga awalnya memperkirakan magnitudo gempa 7,5 skala richter sebelum merevisi menjadi 7,7 skala richter.


Gambar Keadaan Salah Satu Rumah Penduduk Yang Tertimpa Gempa Tsunami Mentawai

Sejumlah bangunan di Kampung Bosuwa, Desa Betumonga Pulau Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai, hancur akibat gempa dan tsunami, Gempa berkekuatan 7,2 skala richter yang diikuti tsunami di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, telah menewaskan 112 orang, 502 lainnya dinyatakan hilang, dan 4.000 keluarga mengungsi.


Peta Jumlah Korban Dan Pengungsi Bencana Gempa Tsunami


Saat ini, tim evakuasi menggali kuburan massal untuk memakamkan para korban yang sudah teridentifikasi. Setidaknya, ada tiga titik kuburan massal untuk memakamkan ratusan jenazah. Sampai hari ini, Kamis 28 Oktober 2010, tim evakuasi yang sudah menyisir 15 dusun terus melakukan penguburan massal seiring ditemukannya jenazah demi jenazah. Sampai saat ini juga saya sendiri belum mendapatkan daftar nama korban tewas tsunamimentawai. begitu juga dengan tempat untuk mengirimkan bantuan korbantsunami mentawai yang diawali dengan gempa sekuat 7,2SR.

“ “Korban meninggal paling banyak berasal dari Desa Batumonga, Kecamatan Pagai Utara sebanyak 137 orang,” tulis laporan resmi BNPB, hari ini. Di desa Batumonga,korban hilang tercatat palingbanyak yakni sebanyak 319orang dari total keseluruhankorban hilang 379 orang.

Tiga titik kuburan massal itu yakni di Desa Munte Baru-Baru, Pagai Utara, ada sekitar 87 jenazah. Kemudian di Desa Mahosai, Pagai Utara, sekitar 35 jenazah dan di Kecamatan Malakopak, Pagai Selatan, ada sekitar 50 jenazah dikuburkan secara massal. Untuk mengikuti kabar perkembangan terbaru seputar tsunami mentawai anda bisa pantau terus di situs situs berita nasional dan juga televisi anda. atau bisa juga anda cari informasi mengenai kronologis tsunami mentawai.

Modeling atau animasi berikut ini dilakukan oleh The Global Disaster Alert and Coordination System. Menunjukkan ketinggan gelombang maksimum sekitar 3 meter. Namun, ada yang melaporkan ketinggian hingga 6 meter. Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah, apakah mungkin tsunami ini juga “dibantu” adanya longsoran bawah laut ?


Modeling Perbedaan Ketinggian Gelombang Angin dan Gelombang Tsunami


Ketinggian tsunami ini memang kecil dibawah 1 meter, namun seperti yang digambarkan dibawah ini, walaupun hanya sekitar 1 meterpun maka kekuatannya yang menyapu ini akan mampu menyeret serta menghancurkan bangunan. Tsunami ini telah dilaporkan merenggut jiwa bahkan dikabarkan 9 Warga Australia hilang ketika terjadi tsunami. Jadi, perlu diperhatikan sebagai pembelajaran bahwa tsunami jangan buru-buru dicabut (diakhiri). Terutama sebelum ada formal laporan dari daerah yang terdekat. Hal ini diperlukan oleh tim penyelamatan serta bantuan.




Letusan Gunung Merapi, Sleman, DI Yogyakarta.

Selang tidak berapa lama setelah musibah yang menimpa daerah propinsi Sumatra Barat tersebut, musibha terus berlanjut dan menimpa daerah yang berada di propinsi DI Yogyakarta. Musibah yang terjadi adalah meletusnya Gunung Merapi yang berada didaerah Sleman, DI Yogyakarta.


Debu vulkanik menutup jalan di kawasan Kaliurang, Sleman, DI Yogyakarta akibat hujan abu letusan Gunung Merapi, Sabtu (30/10/2010).


Meletusnya gunung teraktif di Indonesia, ditandai dengan hujan abu vulkanik Gunung Merapi, pada Jumat 05 November 2010 yang menyelimuti Kota DI Yogyakarta tersebut. Kemudian disusul dengan suara gemuruh yang diduga dari Gunung Merapi terdengar sampai kota Yogyakarta, pada hari Jumat 05 November 2010 dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Sehingga menyebabkan kepanikan sebagian warga kawasan utara kota ini, dan terjadi peningkatan arus kendaraan yang melaju dari wilayah utara ke selatan.


Lahar Gunung Merapi Yang Turun Dari Kawah Gunung Merapi


Jalan yang diselimuti abu berwarna coklat kotor berketebalan dua sentimeter tersebut saat dilewati kendaraan bermotor beterbangan, mengganggu penglihatan, dan membuat jarak pandang terbatas sehingga pengendara harus berjalan pelan-pelan. Hujan abu vulkanik itu membuat aktivitas di kota ini terganggu karena Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta ditutup sementara, sekolah diliburkan.


Bahkan, semua warga di kota ini yang menjalani aktivitas baik di dalam maupun di luar rumah memakai pelindung mata, mantel untuk melindungi tubuh, dan masker agar jangan mengisap abu vulkanik gunung yang terletak di perbatasan DIY dan Jawa Tengah. itu. Pemerintah Provinsi DIY mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap memakai masker dan pelindung mata, seperti kacamata, apabila beraktivitas di luar ruangan karena dikhawatirkan abu vulkanik terhirup dan mengganggu kesehatan.


Pengungsi
Abu vulkanik hasil erupsi Gunung Merapi tersebut mengandung silika dan sulfur oksida yang dapat membahayakan kesehatan apabila terhirup dalam jumlah yang cukup banyak. Lereng Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah, Jumat pukul 00.50 WIB, dihujani kerikil setelah sebelumnya mengeluarkan suara gemuruh disertai getaran keras dan petir sehingga membuat para pengungsi ketakutan. Suara gemuruh, getaran keras, dan petir menyambar yang langsung disusul hujan kerikil membuat ribuan pengungsi bergegas turun gunung teraktif di Indonesia itu untuk mencari tempat perlindungan yang aman.

Hal ini membuat ribuan pengungsi di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Pakem, Turi, dan Cangkringan, sedang menuruni lereng Merapi. Mereka menggunakan mobil, motor, dan kendaraan TNI. Relawan, TNI, polisi, dan petugas pemerintah setempat membantu mengevakuasi pengungsi. Para pengungsi ini akan dipindahkan ke Stadion Maguwoharjo di Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Kondisi jalan turunan menuju lokasi relokasi pengungsian padat.


Dilaporkan hujan pasir halus cukup deras mengguyur wilayah Kabupaten Sleman, dan Kota Yogyakarta. Di sebagian wilayah Kabupaten Sleman listrik padam sejak pukul 00.50 WIB.
Hujan abu akibat letusan Gunung Merapi, Sabtu dini hari pada pukul 00.40 WIB, menyelimuti Kota Yogyakarta dan sekitarnya sehingga menyebabkan langit menjadi gelap.


Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta Subandriyo mengatakan letusan keras dengan mengeluarkan awan panas berlangsung mulai pukul 00.16 WIB hingga 00.37 WIB. Letusan awan panas terjadi karena suplai magma dari bawah ke atas berlangsung cepat.


"Sabtu dini hari terjadi aklamasi gas sehingga terjadi letusan awan panas dengan suara keras disertai guguran materal yang mengeluarkan suar bergemuruh. Letusan diperkirakan masih terjadi karena masih ada magma dari bawah yang cukip besar," katanya.

Letusan keras ini menyebabkan terjadinya gempa yang terasa hingga Kota Yogyakarta. Ledakan pertama terdengar sekitar pukul 00.40 WIB. Warga langsung mengungsi berbondong-bondong meninggalkan kawasan di sekitar lereng Gunung Merapi.

Ledakan yang sangat keras dari puncak Gunung Merapi dengan suara bergemuruh seperti halilintar dan terdengar berkali-kali. membuat warga di kawasan Kaliurang, Kabupaten Sleman panik.

Dan keadana tekini Gunung Merapi menurut Balai Penyelidikan dan Pengembangan Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta melaporkan aktivitas gempa di Gunung Merapi dalam tiga hari terakhir terus mengalami penurunan.

Hasil pemantauan pukul 24.00 WIB sampai 06.00 WIB, Sabtu, 27 November 2010, gempa vulkanik sudah tidak terjadi, sementara gempa guguran terjadi sebanyak empat kali. Ini merupakan perkembangan positif dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat gempa vulkanik sampai 11 kali dan guguran 14 kali.

“ “Meski kegempaan menurun, gempa tremor masih sangat tinggi sehingga Merapi masih sangat aktif sehingga statusnya masih awas atau level IV,” kata Subandriyo, Kepala BPPTK Yogyakarta.”

Subandriyo menambahkan dari pengamatan visual dini hari tadi, asap putih hingga kecoklatan masih terlihat dengan intensitas tebal, tapi bertekanan rendah. Asap yang berhasil diamati setinggi 500 meter condong ke Barat. Sedangkan endapan lahar masih terpantau di semua sungai yang berhulu di Puncak Gunung Merapi, sehingga jika turun hujan dikhawatirkan terjadi banjir lahar dingin.

“Karena masih status awas, penduduk tidak diperkenankan beraktivitas di sekitar alur sungai untuk menghindari bahaya awan panas dan lahar. Ancaman bahaya lahar ada di wilayah yang berada pada jarak 300 meter dari bibir semua sungai.”


Lebih lanjut Subandriyo menyatakan masyarakat diminta tidak panik dan terpengaruh oleh isu yang beredar mengatasnamakan instansi tertentu mengenai aktivitas Gunung Merapi. Masyarakat di sekitar Gunung Merapi diminta tetap mengikuti arahan dari pemerintah.


“Untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya kawasan yang dilanda awan panas, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.”


Subandriyo menyatakan untuk daerah rawan bencana erupsi Merapi belum ada perubahan, yaitu untuk wilayah Sleman, 15 kilometer dan 10 kilometer, Kabupaten Magelang 10 Kilometer, Klaten 10 kilometer dan Boyolali 5 kilometer.



Berikut Dampak Positif Dan Negatif dari Bencana Alam Yang Terjadi Di Indonesia.

Dampak Positif Bagi Bisnis dan Perekonomian:

· Menambah kesuburan kawasan sekitar merapi, sehingga dapat ditumbuhi banyak pepohonan dan dapat dimanfaatkan untuk pertanian dalam waktu beberapa tahun kedepan.

· Dapat dijadikan objek wisata bagi wisatawan domestic dan wisatawan mancanegara setelah Gunung Merapi meletus.

· Hasil erupsi (pasir) dapat dijadikan mata pencaharian seperti penambangan pasir dan karya seni dari endapan lava yang telah dingin.

· Aktifitas gunung api dapat menghasilkan geothermal atau panas bumi yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari.

· Sisa-sisa aktivitas Gunung Merapi dapat menghasikan bahan-bahan tambang yang berguna dan bernilai tinggi. Seperti belerang, batu pualam dan lain-lain. .

· Membangkitkan industry semen dan industry yang berkaitan dengan insfrastuktur bisa bangkit, termasuk bisa menyerap banyak tenaga ahli untuk memulihkan infrastruktur dan sector lainnya di kawasan terkena musibah.

· Terjadinya disribusi keadilan ekonomi, dengan banyaknya sumbangan dari para dermawan. Dan juga dapat bantuan dari luar negeri atas terjadi bencana-bencana tersebut.



Dampak Negatif Bagi Bisnis dan Perekonomian:

· Merusak pemukiman warga sekitar bencana.

· Menyebabkan kebakaran hutan, kerusakan daerah sekitar bencana, dan mengakibatkan banyak kerugian bagi masyarakat yang tertimpa bencana serta kerugian untuk Negara Indonesia. Karena, dengan begitu devisa Negara akan menurun diakibatkan para wisatawan yang takut unuk datang ke Indonesia karena banyak bencana alam tersebut

· Tanaman (seperti padi, jagung, dan tanaman lainnya) yang ditanam warga sekitar banyak yang mati, dan binatang ternak pun banyak yang mati karena bencana alam tersebut.

· Menyebabkan gagal panen.

· Matinya infrastruktur.

· Terhentinya aktivitas mata pencaharian warga sekitar bencana.

· Pemerintah harus mengeluarkan biaya yang tidak terduga untuk memperbaiki infrastruktur yang telah rusak akibat bencana

· Terhentinya industri pariwisata yang ada didaerah bencana alam tersebut.

· Terhentinya beberapa alat transportasi akibat bencana alam tersebut, seperti bandara, kapal laut, dan masih banyak lagi.

· Terganggu hubungan komunikasi, akibat jaringan listrik terputus dan aktifitas masyarakat lumpuh karena bencana tersebut.



Dampak Negatif Bagi Masyarakat:

· Menebarkan debu, gas beracun, dan partikel-partikel berbahaya lainnya yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat khususnya pada sistem pernapasan serta fungsi tubuh lainnya ditempat kawasan bencana Gunung Merapi tersebut.

· Menimbulkan kesedihan yang mendalam untuk warga masyarakat yang kehilangan sanak saudaranya dan kesedihan serta kerugian karena kehilangan segala harta benda yang ada akibat bencana tersebut.

· Terjadinya kekurangan bahan sandang dan pangan bagi masyarakat yang terkena bencana alam tersebut. Serta kondisi tempat penampungan yang tidak memadai karena kurangnya fasilitas yang ada ditempat pengungsian tersebut.



Berikut Video-video Yang Merekam Kejadian Alam Tersebut


Video Gunung Merapi

video



Video Banjir Wasior

video



Video Gempa Tsunami Mentawai

video


Sumber:

http://anitaapriliani.blogspot.com/2010/11/dampak-positif-dan-negatif.html

Banjir Wasior:

http://www.youtube.com/watch?v=jwm6AcCAVsw

http://besteasyseo.blogspot.com/2010/10/banjir-bandang-wasior-papua-barat.html

http://2.bp.blogspot.com/_a2Ac_i7cQNk/TK3iiaSZq4I/AAAAAAAAhg4/N_8vd6_vzRg/s1600/5.jpg

http://www.tribunnews.com/foto/bank/images/wasior-1.jpg

Tsunami Mentawai:

http://www.youtube.com/watch?v=AlrOCdJMEoM

http://geospasial.bnpb.go.id/wp-content/uploads/2010/11/2010-11-04_korban_tsunami_mentawai_bnpb-575x812.jpg

http://1.bp.blogspot.com/_fnZQlKgM2ys/TNPmj0_o9wI/AAAAAAAAAxU/nWn-yRhUpoQ/s1600/tsunami+mentawai.jpg

http://4.bp.blogspot.com/__MmMVbiML6s/TMkPoRuDoCI/AAAAAAAABXg/Ky2z1BrOQtE/s320/mentawai+tsunami+by+veroccanews.jpg

http://l4sca.files.wordpress.com/2010/10/tsunami-mentawai-inilah-com.jpg?w=600&h=300

http://kaskuz.us/berita-terkini-tsunami-mentawai

http://regional.kompas.com/read/2010/10/27/20043166/Foto.Kerusakan.Tsunami.Mentawai

http://www.oktyana.com/berita/bencana-alam-dan-korban-tsunami-pulau-mentawai.html

http://rovicky.wordpress.com/2010/10/26/animasi-tsunami-mentawai-oktober-2010/

Merapi:

http://www.youtube.com/watch?v=pQzOFcoUthU http://regional.kompas.com/read/2010/11/05/10315852/Yogyakarta..Merapi..dan.Pengungsi

http://nasional.vivanews.com/news/read/190918-intensitas-gempa-merapi-turun

http://www.antaranews.com/berita/1288390180/hujan-abu-gunung-merapi-menyelimuti-kota-yogyakarta

http://nasional.tvone.co.id/berita/view/45318/2010/11/05/warga_panik_gemuruh_gunung_merapi_terdengar_hingga_yogyakarta/

http://1.bp.blogspot.com/_G8TS4L9RjhM/TH61vgIKg0I/AAAAAAAAAi0/SbrWyylGWCc/s320/Merapi01.jpg

http://static.republika.co.id/images/gunung_merapi_101024223258.jpg



1 komentar: